Pria Setengah Waras Nyolong Sepeda Motor di Babadan

PONOROGO, Madiunraya.com – Berdalih memperbaiki kendaraan yang rusak dengan membawanya, pemuda asal Kabupaten Pacitan diamuk massa. Adalah Susiolo (28) warga Desa Gedangan, Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan yang babak belur dimauk massa, Senin (15/8/2016) dini hari.

Dia mendapat pukulan massa, karena mencuri motor dengan nomor polisi AE 5024 WB milik Sugianto Warga Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun.  Namun, aksi nekat yang dilakukan oleh Susilo dilakukan di Jalan Raya Danyang Desa Sukosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo.

“Korban diamankan sudah dalam keadaan babak belur  karena dihajar massa itu, diduga korban mengidap sakit jiwa. Namun untuk memastikannya,  akan mendatangkan psykiater,” kata AKP. Nyoto, Kapolsek Babadan, kemarin.

Menurut Kapolsek, warga masyarakat Desa Danyang menangkap seseorang yg dicurigai karena telah membawa (menuntun) sepeda motor. Saat itu Sugianto ( korban ) yang tengah bertamu ke rumah Suparwan, mendapati sepeda motor yg dibawa pelaku adalah  miliknya. “ Lalu pada pukul 20.00 Wib, hari Minggu malam, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babadan,” imbuh AKP. Nyoto.


Kejadian bermula, saat Minggu malam sekitar jam 19.30 WIB ,  korban bertamu ke rumah temannya yang beralamatkan di TKP.  Kendaraan sepeda motor AE 5024 WB, diparkir di teras dengan posisi kunci motor masih menancap atau  tidak dicabut. Selang 15 menit korban keluar dari rumah temannya dan mendapati sepeda motor miliknya sudah tidak ada ditempat semula.
 
Korban yang kebingunan karena kendaraannya tidak ada di tempat lalu menceritakan kepada temanya. Sesaat kemudian korban melihat ada keramaian massa yang berjarak sekira 300 Meter dari  TKP. Atas kejadian tersebut, korban melaporkan ke Polsek Babadan. Mendapati laporan tersebut, anggota unit reskrim Polsek Babadan segera meluncur TKP,  namun nahas pelaku sudah babak belur menjadi bulan-bulanan masa. Anggota Polsek Babadan kemudian mengamankan pelaku ke Mapolsek Babadan untuk dilakukan pemeriksaan beserta barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Beat nopol AE 5024 WB.
 
Namun setelah dilakukan penyidikan terhadap tersangka, polisi sempat sangsi dengan kesehatan jiwa pelaku. Dengan informasi yang dikorek dari pelaku, polisi pun kemudian mendatangkan orang tua Su dari Pacitan. Orang tua pelaku pun menyatakan bahwa anaknya memang mengalami gangguan jiwa.
 
“Pengakuan orang tua begitu. Katanya juga, pelaku itu lepas dari pasungannya. Tapi kami tidak yakin sehingga kami akan mengirim pelaku ke klinik jiwa di Puskesmas Jenangan,” ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Rudy Darmawan.
           
Menurut AKP Rudy, saat disidik, keterangan Su memang terdengar ngelantur. Pernyataan-pernyataannya tidak nyambung antara satu dengan yang lainnya. Beberapa jawaban juga melantur dan tidak fokus pada pertanyaan penyidik.
           
“Jawabannya tidak karuan. Karena itu kami belum membuat BAP (Berita Acara Perkara) untuk Su ini. Kami hanya rekomendasi untuk diperiksa oleh tenaga ahli di bidang kejiwaan,” ujarnya. Namun demikian SU tetap ditahan di ruang tahanan Mapolsek Babadan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, SU semakin tampak kegilaannya. Di dalam ruang tahanan, Su melucuti pakaiannya sendiri. (MR01)