WAYANGAN, PUNCAK PERINGATAN HUT PONOROGO KE 520

Ponorogo-madiunraya.com
Puncak peringatan hari jadi Kabupaten Ponorogo ke 520 diperingati dengan menonton bersama pagelaran wayang kulit semalam suntuk, di alun-alun Ponorogo, Kamis malam (11/08).
Pagelaran wayang dengan dalang Ki Anom Suroto, dihadiri oleh Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf, Bupati Ipong Muchlissoni, Bupati Ngawi, Kanang, Forpimda , anggota DPR RI, Ibas dan Supriyanto, serta dihadiri ribuan warga Ponorogo.
SUASANA WAYANGAN DI ALUN-ALUN PONOROGO
Acara yang dibiayai pemerintah provinsi tersebut juga diliput langsung oleh TV9. Bupati Ponorogo dalam wawancara langsung dengan TV9 mengatakan,”Ponorogo memiliki budaya yang sangat tinggi nilainya, namun sampai saat ini belum mempunyai nilai yang tinggi disisi ekonomi, untuk itu pekerjaan rumah kita adalah bagaimana meningkatkan ekonomi dengan membangun budaya”, ujar Ipong Muchlissoni.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan lebih sering mengadakan festival budaya dalam rangka membangun budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, sambungnya.
Sementara Wakil Gubernur, Syaifullah Yusuf mengatakan,”Pemprov Jawa Timur akan terus memasyarakatkan budaya, termasuk wayang kulit. Tahun ini kita keliling Jawa Timur dengan mengadakan pagelaran wayang kulit ke daerah-daerah”, ujarnya.
Dengan keliling bersama wayangan, kita akan menyatu dengan masyarakat tanpa sekat dan batasan, melihat, menyapa dan mendengar keluhan masyarakat secara langsung, sambung Wagub.
Ki Anom Suroto, dalam lakon “Anoman Manges”, menuturkan semakin tuanya usia zaman kadang membuat manusia lupa diri dan tidak punya jati diri, untuk itu revolusi mental menjadi solusinya, jadilah ksatria yang berjuang untuk kemajuan daerahnya.
“Berjuang sesuai dengan profesi masing-masing secara professional, jujur dan takut kepada Alloh SWT”, tutur Ki Anom Suroto. (ag 1 n)