DEVISA TKI MEMANG BESAR, NAMUN LEBIH BAIK MEREKA TIDAK KELUAR NEGERI

oleh

Ponorogo-MADIUNRAYA.COM
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya, Tjipto Utomo, S.Sos, disela-sela pemberdayaan TKI Purna di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah (PDM), Kamis (28/07).

LP3TKI DAN 'AISYIAH
“Setelah kita mempelajari dari awal, sebenarnya rugi kalau kita terus menerus mengirim tenaga kerja keluar negeri, karena warga negara yang dituju oleh TKI kita yang notabene adalah PRT akan meningkat kreatifitas dan potensinya sehingga akan memajukan negara tersebut. Sebagai contoh, seorang Ibu di luar negeri yang dibantu pekerjaannya di rumah akan bekerja maksimal di kantornya atau di usahanya, sehingga negara tersebut akan semakin kaya, negara kita yang rugi karena akan tertinggal dengan negara tersebut”, ujar Tjipto dengan serius.
Artinya SDM yang ada sebenarnya berbanding lurus dengan SDA yang kita punyai, hanya karena kita belum mampu mengelola SDM yang ada, maka kita membiarkan mereka bekerja keluar negeri. Untuk itu, kami dari LP3TKI akan terus mengajak dan mensosialisasikan dengan seluruh elemen, baik itu pemerintah, ormas, maupun mitra-mitra yang lain, stop menjadi TKI dan mari menjadi pengusaha, sambung Tjipto.
“Selain itu, intruksi Bapak Presiden Jokowi yang mengatakan, tarik kembali TKI yang overstay di luar negeri, ajari dan dampingi mereka menjadi pengusaha”, tegas Tjipto.
Sebenarnya devisa yang masuk ke negara kita dari para TKI cukuplah besar, namun lebih besar pendapatan negara kita, apabila mereka menjadi pengusaha dengan pajak yang mereka bayar ke negara, karena permasalahan TKI tidaklah sedikit, intinya mereka itu dijual dan kalau mereka sadar tentunya tidak mau menjadi TKI, tutup Tjipto. (AG 1 N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *