Madiun Raya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Walaupun tercebur kedalam sumur dirumahnya sendiri sedalam lebih 12 meter, Eka Novia Susanti, (28), warga Dukuh Gelangan RT 02 RW 03 Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo kondisinya sehat wal afiat

Sebelumnya, kejadian Ahad Sore (24/10/2021) itu mengagetkan banyak orang sehingga warga sekitar yang dibantu aparat gabungan berbondong mengevakuasi korban.

Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto menjelaskan bahwa setelah berjuang selama 2 jam, pada pukul 17.40 Wib, korban dapat dievakuasi oleh tim SPKT Polres Ponorogo dan BPBD Kabupaten Ponorogo dalam keadaan selamat masih hidup. “Setelah dapat dievakuasi kemudian pada pukul. 18.10 Wib, korban dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Korban mengalami luka lecet punggung kanan dan lebam mata sebelah kanan,”jelas Iptu Budianto.

Lihat Juga :

Ajaib, terjatuh sumur sedalam 12 meter, warga Krebet Jambon tetap hidup

Kapolsek Jambon juga menyebutkan bahwa korban merupakan pasien ODGJ yang sudah sekira 10 tahun ditangani dan dalam perawatan tenaga kesehatan Puskesmas Jambon. “Kejadian tersebut murni karena kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan dan atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dengan ikhlas sebagai musibah serta tidak menuntut kepada siapapun.” Pungkas Iptu Nanang Budianto.

Korban dikabarkan mengalami luka lecet punggung kanan dan lebam mata sebelah kanan. “Setelah dirawat, korban terlihat sehat. Semoga kondisi psikisnya segera pulih kembali,” ucap Sunarsih Arifin, netizen yang berhasil memotret kondisi terakhir korban saat mendapatkan perawatan di RSUD Dr Hardjono. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya
Sikap hati-hati harus dilakukan saat kita melakukan Video Call dengan orang yang tidak dikenal, terutama dengan lawan jenis yang bisa saja menjadi fitnah.

Kepala Biro Salah Satu Media Online Nasional untuk Jawa Timur, Rio Ardian mengalami kejadian yang tidak mengenakkan setelah menerima pesan bernada ancaman kepada dirinya.

“Awalnya ada akun FB Ayuni Puspitasari. Dia ngajak kita video call, tidak tahunya dia malah merekam saat kita vc, padahal sebagian sudah diedit. Video yang sudah diedit dan ditambah-tambahi. Itu kemudian di jadikan alat untuk memeras kita, dan dia ngancam akan menyebar video kita ke teman-teman yang ada di Facebook jika kita tidak mentransfer sejumlah uang,”Ucap Rio kepada Madiunraya.com, Ahad (24/10/2021).

Menurut Rio, pemilik akun FB tersebut mengaku berasal dari Pacitan namun sekarang tinggal di Batam, sehingga banyak pertemanannya adalah orang-orang Pacitan. Sehingga dengan mudah dia menyebar video tersebut jika tidak menuruti sesuai ancamannya.

“Jadi awalnya itu, pagi hari saat baru bangun tidur dan saya kondisi telanjang dada dan tiba-tiba di video call, setelah di terima dia sudah dalam kondisi telanjang tanpa mengunakan pakaian. Sekitar 15 detik kemudian, Video call dia matikan, dan saya di WA dengan nada ancaman jika tidak memberikan sejumlah uang dengan menyebar video tersebut kepada teman-teman Facebook yang mayoritas orang Pacitan,”jelasnya.

Rio juga mengaku heran, nomor yang digunakan pelaku berganti-ganti. “Dan yang aneh itu, nomor HP nya sering bergonta ganti. Nomor awal yang diberikan juga berbeda saat melakukan panggilan video, ini berarti pelaku sengaja agar tidak mudah di lacak,”tambahnya.

Alasan meminta uang itu menurut Rio katanya untuk anaknya yang sedang sakit akibat kecelakaan dan berada di rumah sakit. “Tetapi bagaimanapun juga hal itu adalah pemerasan. Bukan jumlah nominal yang saya persoalkan namun cara yang digunakan pelaku dengan memberikan ancaman merupakan sebuah bentuk pemerasan, ini kalau tersebar maka saya akan membuat laporan ke pihak yang berwajib,”ujarnya.

Untuk itu Ia meminta masyarakat agar berhati-hati jika melakukan Video Call. “Apalagi lawan jenis yang sebelumnya tidak pernah kita kenal. Kenalnya hanya di dunia maya itu berbahaya karena bisa dimanfaatkan untuk hal yang jahat seperti ini. Hati-hati bermedsos lah.”Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Eka Novia Susanti, (28), warga Dukuh Gelangan RT 02 RW 03 Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo mengalami nasib yang naas setelah tercebur sumur, Ahad Sore (24/10/2021) .

Menurut Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto, pihaknya pada hari Minggu, 24 Oktober 2021 sekira pukul. 14.30 Wib, menerima laporan telah terjadi orang tercebur sumur gali sedalam kurang lebih 12 meter.

“TKP nya di Rumah Sukadi, (59) seorang petani yang merupakan ayah korban. Korban atas nama Eka Novia Susanti, (28), dan mengalami gangguan jiwa alias ODGJ,”Ungkap Iptu Nanang.

Kronologinya, sekira pukul. 14.00 Wib, saat sang Ibu yang bernama Sumini memasak di dapur memperhatikan korban bermain disekitar TKP dan melihat tutup sumur sudah terbuka. “Ibu korban lalu curiga korban tidak ada di sekitar lokasi bermain kemudian mengecek ke dalam sumur dan benar korban sudah tercebur ke dalam sumur. Kemudian Ibu korban minta tolong kepada tetangga dan melaporkan kepada Perangkat Desa yang diteruskan ke Polsek Jambon pada pukul. 15.30 Wib,”terang Kapolsek Jambon.

Lihat Juga :

Begini kondisi Eka Novia Susanti setelah tercebur sumur sedalam 12 meter

Pada pukul. 17.40 Wib, korban dapat dievakuasi oleh tim SPKT Polres Ponorogo dan BPBD Kabupaten Ponorogo dalam keadaan selamat masih hidup. “Setelah dapat dievakuasi kemudian pada pukul. 18.10 Wib, korban dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Korban mengalami luka lecet punggung kanan dan lebam mata sebelah kanan,”jelas Iptu Budianto.

Kapolsek Jambon juga menyebutkan bahwa korban merupakan pasien ODGJ yang sudah sekira 10 tahun ditangani dan dalam perawatan tenaga kesehatan Puskesmas Jambon. “Kejadian tersebut murni karena kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan dan atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dengan ikhlas sebagai musibah serta tidak menuntut kepada siapapun.” Pungkas Iptu Nanang Budianto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Untuk menghindari kemacetan di Jalan Soekarno Hatta,  Satlantas Polres Ponorogo melakukan himbauan dan sosialisasi kepada tukang becak kayuh diseputaran Pasar Legi Kabupaten Porogo, Sabtu (23/10)

Menurut Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Ponorogo Ipda Bagus Sulistiyono, pihaknya menyampaikan himbauan agar para tukang becak kayuh tidak mangkal di sekitar pintu keluar pasar legi bagian barat dan selatan. “Karena kalau mangkal di dua tempat itu akan mengganggu arus lalu lintas sehingga menyebabkan kemacetan,”Ungkap Ipda Bagus.

Untuk itu Ipda Bagus meminta khususnya para tukang becak yang mangkal dipintu barat dan selatan Pasar Legi Kabupaten Ponorogo agar mematuhi rambu larangan yang telah dipasang,”Rambu larangan untuk parkir ataupun mangkal disini harus ditaati,” kata Ipda Bagus kepada abang tukang becak di seputaran Pasar Legi.

Lebih lanjut Ipda Bagus menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan dibeberapa titik di wilayah Kabupaten Ponorogo yang dimungkinkan ada tukang becak yang mangkal tempat-tempat yang ada rambu larangan lalu lintasnya,

“Kami tidak melarang untuk mencari rezeki, namun diatur agar tidak terjadi kemacetan khususnya di area dalam Kota Ponorogo, sehingga semua pengendara kendaraan bisa aman dan nyaman didalam berkendara,”ungkapnya.

Ipda Bagus telah menambahkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan tempat untuk mangkal para Abang Becak. “Kami berharap, kedepannya para tukang becak kayuh bisa bekerja dan mangkal ditempat-tempat yang telah disiapkan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas yang dan dan mereka tetap bisa bekerja dalam mencari penumpang.”Pungkas Ipda Bagus. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Memperingati Hari Santri tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berhasil memecahkan rekor MURI setelah kegiatan Ngonthel Bareng Santri Bersarung dan Berpeci secara Protokol Kesehatan dalam Percepatan Vaksin dan Launching Satgas Prokes Kab Ponorogo, Minggu (24/10/2021) diikuti oleh 6.221 peserta.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengucapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, hari ini kegiatan Ngonthel Bareng Santri Bersarung dan Berpeci dengan menjaga Prokes dalam rangka Hari Santri Nasional 2021 serta promosi percepatan Vaksinasi Covid-19 dan pelantikan Satgas Protokol Kesehatan Pemkab Ponorogo untuk Ponorogo Hebat resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI),”Ucap Kang Giri, panggilan akrabnya.

Meskipun dengan peserta terbanyak, yaitu 6.221 orang, Kang Giri menyebutkan bahwa kegiatan itu tetap menerapkan Protokol Kesehatan. “Kita bersepeda santai dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak. Pelaksanaan ngonthel bareng terbagi dalam 6 titik lokasi,”terang Kang Giri.

Dengan penghargaan tersebut Kang Giri juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus bekerja dalam membangun Ponorogo Hebat. “Kita akan serius bekerja dan mensinergikan semua kekuatan untuk membangun Ponorogo menuju Ponorogo yang Hebat.”Pungkas Kang Giri.

Mengambil Start di Masjid Tegalsari dan finish di Alun-alun Ponorogo, diikuti berbagai lapisan elemen masyarakat di Kabupaten Ponorogo.

Sekretaris Menteri Perekonomian, Susi Wijono Moegiarso memberangkatkan kegiatan tersebut.

Perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI), Sri Widayati sangat mengapresiasi kegiatan itu. “Kabupaten Ponorogo mencatatkan rekor terbaru dengan jumlah peserta terbanyak bersepeda onthel menggunakan sarung dan peci dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.” Jelasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Team Speed Warok Satlantas Polres Ponorogo mengamankan sebanyak 30 kendaraan saat melakukan mobiling dan hunting di JL. Suromenggolo, JL.Trunojoyo, Jalan Raya Dengok Ponorogo – Pacitan, JL. Juanda dan JL. Bathoro Katong Ponorogo, Minggu Pagi (24/10)

Kendaraan tersebut diamankan petugas lantaran tidak memenuhi spectec atau standar pabrik juga knalpotnya brong, diduga akan digunakan untuk aksi balap liar pada lokasi tersebut.

Kepada awak media, Kasat lantas Polres Ponorogo AKP Ayip Rizal membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan 30 unit kendaraan tidak sesuai spectec atau tidak standart pabrik, “Motor-motor tersebut kenalpotnya brong yang di duga akan digunakan untuk balap liar,”terang AKP Ayip.

Lebih lanjut AKP Ayip Rizal menyatakan bahwa kendaraan yang tidak sesuai standart pabrik ini sangat beresiko sekali jika kendaraan tersebut digunakan untuk berlalu lintas dijalan apalagi untuk aksi balap liar.

“Ini sangat beresiko menjadi penyebab terjadinya laka lantas, baik bagi pemilik kendaraan dan juga pengguna jalan lain,” kata Kasatlantas.

Lebih lanjut AKP Ayip Rizal menegaskan bahwa pihaknya akan memberi efek jera, “Kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan perundang-undangan,”Tegas Kasatlantas Polres Ponorogo.

AKP Ayip juga menyebutkan bahwa  kebanyakan yang terjaring Team Speed Warok adalah dari kalangan anak-anak remaja yang tidak mempunyai surat ijin mengemudi bahkan belum cukup umur.

“Jika terbukti melanggar, maka akan kami berikan surat tilang dengan barang bukti kendaraannya. Selain itu, kita hadirkan juga orang tuanya kita berikan edukasi dan bagi kendaraan yang tidak sesuai spech tech kami wajibkan untuk dikembalikan sesuai dengan standart pabrik. Ini semua adalah untuk keselamatan kita semua.”Pungkas Ayip Rizal. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Jangan membeli kucing dalam karung, istilah itu mungkin tepat dengan apa yang telah digambarkan oleh SY (41). Warga Magetan yang menceritakan pengalamannya sesaat setelah Open BO di Ponorogo.

Pria yang telah menduda itu menceritakan bahwa suatu ketika dirinya membooking cewek melalui aplikasi Michat.

“Seperti biasa mas, saya memilih dari sekian banyak cewek yang ready di statusnya. Setelah sepakat saya menuju disebuah hotel di Ponorogo dan langsung menuju ke kamar yang bersangkutan,” terang SY, Sabtu (23/10/2021).

Namun, alih-alih hendak asyik-asyik dengan cewek pilihannya, SY justru terkejut setelah masuk kamar hotel. “Aduh, ternyata dia Waria mas. Parasnya memang cantik, tapi kalau adu pedang nggak lah mas, saya masih normal, setelah tahu saya beri uang 100 ribu lalu saya pamit,” ucapnya dengan tersenyum kecut.

SY lalu berpesan, kalau mau Open BO harus hati-hati. “Disini banyak Waria alias Bencongnya. Pastikan teman mainnya itu benar-benar wanita. Kalau perlu minta nomor WA nya dan di video Call dulu, nggak papa kalau minta DP dulu yang penting kita beli dan kita dapat barang yang sesuai,”ungkapnya serius.

SY menjelaskan bahwa masa pandemi Open BO memang menjadi pilihan untuk menyalurkan hasratnya. “Yah, hitung-hitung ikut membantu sesama mas. Tapi janganlah kalau Waria atau Bencong, kecuali memang anda tidak normal alias Bencong juga, ha ha ha.”Tutup SY sambil tertawa. (Red).

*Ditulis dari wawancara dengan Kontributor*

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani, merasa prihatin melihat belasan anak punk yang terjaring razia. Apalagi saat melihat ada 3 anak perempuan yang menjadi punk, Kompol Meiridiani lalu menghampiri dan ikut menasehatinya.

“Owalah ndok,  mulai sekarang di rubah ya sikapnya. Jangan seperti ini. Kasihan keluargamu. Kamu cantik dan masih muda. carilah pekerjaan yang baik ya,” kata Meiridiani sambil memberikan uang kepada mereka, Sabtu (23/10/2021).

Sebelumnya belasan anak Punk yang keberadaannya dianggap meresahkan terjaring Personil Sat Samapta Polres Ponorogo di 3 (tiga) lokasi yang berbeda diantaranya traffic light perempatan mlilir, traffic light perempatan Tambak Bayan dan traffic light perempatan Terminal Selo Aji Ponorogo.

Mereka dibawa ke Mapolres Ponorogo untuk diberi pembinaan dan rambutnya digunduli sebelum mereka dipulangkan ke rumah masing masing.

Wakapolres juga  menjelaskan bahwa razia anak punk tersebut digelar dalam rangka Operasi Bina Kusuma Semeru 2021. “Hal ini dilakukan guna menekan terjadinya ganggungan Kamtibmas diantaranya premanisme, kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba,”tambahnya.

Ada 11 anak Punk yang kami jaring. 8 orang laki-laki dan 3 perempuan. Semuanya masih di bawah umur.

“11 anak Punk tersebut akan didata dan diberikan pembinaan pengarahan selanjutnya mereka dibersihkan dan satu per satu digunduli kecuali yang perempuan,”jelas Kompol Meiridiani.

Usai di berikan pengarahan dan dipotong rambutnya untuk anak laki-laki, Seluruh anak punk yang terjaring diberikan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,  lalu dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.